Sukses Menghadiri Press Screening Film Pesantren Sebagai Undangan VIP, Hj. Masriyah Amva : “Kami Yang Berada Di Pesantren Turut Bangga Dengan Karya Sineas Indonesia Yang Mengangkat Tema Islami Yang Mengajarkan Moderasi Beragama!”

0
65

ArenaNews.id, -Jakarta- Pemutaran Film Perdana Berjudul Pesantren, hari ini sukses digelar di Epicentrum XXI yang berlokasi di Kuningan, Jakarta Selatan.

Film berjudul Pesantren ini, membutuhkan Riset film mulai digarap Lola Amaria bersama Shalahuddin Siregar tahun 2015.

Di film Pesantren, Lola Amaria dan Shalahuddin Siregar berkolaborasi memainkan perannya sebagai produser dan sutradara.

Setelah 7 tahun menanti, film Pesantren kini siap tayang di bioskop Indonesia dengan jumlah layar terbatas.

Film Pesantren mulai diputar di bioskop pada Kamis (04/08/2022).

Film Pesantren digarap mengingat Indonesia adalah negara dengan populasi muslim terbesar di dunia dan diketahui memiliki 25.000 pesantren.

Karena terkesan tertutup, banyak stigma negatif yang dilekatkan padanya, padahal sebenarnya apa yang kita tahu tentang institusi pendidikan tertua di Indonesia ini?

(Sutradara Film Pesantren, Shalahuddin Siregar Saat Wawancara Eksklusif Bersama Rekan Media, -Foto Istimewa-)

“Film Pesantren adalah usaha untuk mencari tahu tentang hal itu, tentang bagaimana kehidupan para santri di pesantren,” kata Lola Amaria berbincang di Bioskop XXI Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (1/8/2022) sore.

Cerita para santri itu dikisahkan baik melalui kisah dua santri dan guru muda di Pondok Kebon Jambu Al-Islamy, sebuah pesantren terbesar dengan 2.000 santri di Cirebon, Jawa Barat.

Pondok pesantren ini adalah pesantren tradisional pada umumnya, tetapi istimewa karena dipimpin perempuan.

“Saya merasa bangga dengan tayangannya film ini, terutama bisa tayang di dunia internasional. Dan saat ini mau tayang di berbagai kota di Indonesia. Kami Pesantren Kebon Jambu ingin menjadi keberkahan bagi Agama Islam khususnya bagi Indonesia. Keberkahan itu artinya suasana yang indah, suasana toleransi, dan kesetaraan,” terang Hj Masriyah Amva, selaku pemilik dan pembina Ponpes Kebun Jambu yang berlokasi di Cirebon ini.

“Karena memang, kita tadi bilang bahwa untuk menjadi setara dengan laki-laki itu persandaran kita harus setara. Laki-laki bersandar kepada Tuhan, kita bersandar kepada Tuhan maka akan terjadi kesetaraan secara otomatis. Kita perempuan jangan menganggap kita ini lemah, tetapi dengan meniru dan mengambil inisiasi dari laki-laki maka kita akan menjadi manusia yang berguna. Kita harus beriman bahwa satu-satunya sandaran kita hanya kepada Allah SWT dan bukan kepada laki-laki,” ungkap Bunda Nyai, panggilan akrab Masriyah Amva pada ArenaNews.id.

(Hj. Masriyah Amva, Pemilik dan Pembina Ponpes Kebon Jambu, Cirebon Saat Menghadiri Press Screening Film Pesantren, -Foto Istimewa-)

“Saya ingin nilai-nilai religius bisa dibaca dan dipraktekkan oleh banyak manusia Yaitu Orang-orang Indonesia terutama perempuan. Mereka harus bisa mencerna karena nilai-nilai ini selalu berkembang di pesantren kita yang notabene menjadi pesantren tradisional yang ada di film. Dengan segala kekurangan dan keterbatasan yang kita miliki tetapi bukan berarti kita harus kurang nalar kita, kurang pengetahuan kita tentang bagaimana manusia ini harus saling bertoleransi dan membawa keberkahan bagi sesama,” tambah Bunda Nyai pada ArenaNews.id

“Saya menghimbau setelah film ini, orang-orang pesantren hendaklah menjadi manusia yang terbuka, yang bisa menerima orang-orang dan lingkungan lain,” pungkas Bunda Nyai pada ArenaNews.id.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar mengaku terkesan sekaligus terharu setelah menyaksikan gala premiere film Pesantren. Film tersebut merupakan karya dari Sutradara Shalahuddin Siregar.

(Para Undangan, Produser Lola Amaria, Sutradara, Dan Cak Imin kala menghadiri Press Screening Film Pesantren, -Foto Istimewa-)

“Saya benar-benar terharu dan bangga, filmnya orisinil, asli, dan lebih asli lagi (pesantren sebagai objek film) belum berubah seperti waktu saya masih kecil,” kata Cak Imin dalam keterangan tertulis, Senin (1/8/2022).

(Para Undangan, Produser Lola Amaria, Sutradara, Dan Cak Imin kala menghadiri Press Screening Film Pesantren, -Foto Istimewa-)

Menurut Cak Imin, banyak pengambilan gambar yang sangat orisinil. Bahkan ada kamera tersembunyi yang tidak diketahui santri bahwa sedang diambil gambarnya. Namun ada juga bagian yang memang mengambil background santri, dan aktingnya bagus.

 

(AYA- RED)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini