Selamat Hari Raya Waisak Ini Pesan Moral dari Josephine

0
244

Biak Numfor, ArenaNews.id,– Umat Budha, pada hari ini merayakan hari besar Hari Raya Waisak 2566 BE pada Senin 16 Mei 2022. Hari Raya Waisak diketahui hari raya terbesar bagi umat Buddha, merayakan Trisuci Waisak.

Waisak sendiri berasal dari bahasa Pali ‘Vesakha’ atau di dalam bahasa Sansekerta disebut ‘Vaisakha’.

‘Vesakha’ diambil dari bulan dalam kalender buddhis yang biasanya jatuh pada bulan Mei kalender Masehi.

Josephine A. Werinussa, S.IP selaku Sekretaris DPD Partai NasDem Biak Numfor mengatakan, ” Bahwasanya di NKRI ini, kebebasan beragama dan memeluk agama diatur oleh Undang-Undang Dasar, dan Juga Pancasila sebagai landasan falsafah negara terutama di Republik Indonesia, terlebih perayaan hari raya bagi tiap umat beragama,”

“Oleh karena itu, saya, Josephine A. Werinussa, S.IP selaku Sekretaris DPD Partai NasDem Biak Numfor mengucapkan selamat Tri Suci Waisak bagi saudara kami umat beragama Buddha, semoga dengan perayaan ini, semakin beriringan dengan segenap warga masyarakat Republik Indonesia, menjadikan NKRI ini lebih aman, damai dan tenteram,” pungkas Ibu Josephine, panggilan dari Josephine A. Werinussa, S.IP selaku Sekretaris DPD Partai NasDem Biak Numfor.

Melansir Waisak Sejarah Indonesia, Trisuci Waisak mempunyai arti memperingati tiga peristiwa penting yang semuanya terjadi di bulan Vesakha dan pada waktu yang sama yaitu tepat saat bulan purnama.

Tiga peristiwa tersebut adalah;

1. Kelahiran Pangeran Sidharta

Pangeran Sidharta adalah Putra dari seorang Raja yang bernama Raja Sudodhana dan seorang Permaisuri yang bernama Ratu Mahamaya.

Pangeran Sidharta lahir ke dunia sebagai seorang Bodhisatva (Calon Buddha, Calon Seseorang yang akan mencapai Kebahagiaan Tertinggi). Pangeran Sidharta Lahir di Taman Lumbini pada tahun 623 sebelum Masehi.

2. Pencapaian Penerangan Sempurna

Pangeran Sidharta tidak pernah keluar dari istana, pada usia 29 tahun beliau pergi meninggalkan istana dan pergi menuju Hutan untuk mencari Kebebasan dari Usia Tua, Sakit dan Mati.

Kemudian pada saat Purnama Sidhi di bulan Waisak, Pertapa Sidharta mencapai Penerangan Sempurna dan mendapat gelar Sang Buddha.

3. Pencapaian Parinibbana

Ketika usia 80 tahun, Sang Buddha Wafat atau Parinibbana di Kusinara.

Semua Makhluk memberikan penghormatan kepada Sang Buddha dan begitu juga Para Anggota Sangha, mereka bersujud sebagai tanda penghormatan terakhirnya kepada Sang Buddha.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini