Pusat Kajian Politik & Keamanan Indonesia (Puspolkam) bersama Lemhanas RI Mengadakan Seminar Nasional, Firman Jaya Daeli : Presedensi Agenda G20 Adalah Bukti Bahwasanya Indonesia Menjadi Negara Yang Diakui Di Mata Dunia Internasional!

0
52

ArenaNews.id, -Jakarta – Pusat Kajian Politik & Keamanan Indonesia (Puspolkam) bersama Lemhanas RI Mengadakan Seminar Nasional dengan tema : “Peran Indonesia Dan G20 Dalam Geopolitik Dunia & Stabilitas Keamanan Asia Pasifik” di Gedung Pancagatra Lemhanas Jakarta pada hari Senin, 14 November 2022.

Pusat Kajian Politik & Keamanan Indonesia (Puspolkam) bersama Lemhanas RI Mengadakan Seminar Nasional.
Pusat Kajian Politik & Keamanan Indonesia (Puspolkam) bersama Lemhanas RI Mengadakan Seminar Nasional.

Dalam Seminar Nasional tersebut hadir sebagai narasumber : Dr. Andi Widjajanto (Gubernur Lemhanas), Firman Jaya Daeli (Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia), Prof. Hikmahanto Juwana. SH (Guru Besar UI & Rektor Unjani), Prof. Ikrar Nusa Bhakti Ph. D (Dubes RI untuk Republik Tunisia 2017-2021), Prof. Ganewati Wuryandari, M.A Ph. D (Peneliti Utama LIPI-BRIN).

Pusat Kajian Politik & Keamanan Indonesia (Puspolkam) bersama Lemhanas RI Mengadakan Seminar Nasional.
Pusat Kajian Politik & Keamanan Indonesia (Puspolkam) bersama Lemhanas RI Mengadakan Seminar Nasional.

Perhelatan Akbar Dan Global :
1. KTT G20 di Bali pada 15-16 November 2022 bukanlah perheltan akbar pertama yang dilaksanakan di Indonesia
2. Hanya 10 tahun setelah Indonesia Merdeka, Indonesia melaksanakan Konferensi Asia Afrika di Bandung yang gaungnya hingga kini masih terasa di kawasan Asia dan Afrika
3. Indonesia dianggap sebagai negara yang mendorong dan membantu Gerakan Kemerdekaan di Asia dan Afrika
4. KTT APEC 1994 di Bogor dan KTT APEC 2013 di Nusa Dua Bali
5. KTT ASEAN pertama di Bali 1976, KTT ASEAN ke 9 di Bali, KTT ke 19 2011 di Jakarta

Misi Presidensi Indonesia Dalam G20 :
1. Recorver Together, recorver stronger
2. Indonesia mengutamakan kerjasama ekonomi dan non ekonomi, tanpa mengesampingkan pentingnya persoalan-persoalan geopolitik di berbagai kawasan seperti invovasi Rusia ke Ukrainan dan juga krisis keamanan di semenanjung Korea
3. KTT G20 di Bali diharapkan menghasilkan beberapa solusi dan langkah reformasi untuk mengatasi krisis keungan dunia. Bantuan retrukturasi hutang negara-negara berkembangan, program-program tanggap ketahanan pangan, mengatisipasi krisis kesehatan melalui Dana Pandemi, pembiayaan bertahap dan adil soal transisi penggunaan energi.

Keuntungan Bagi Indonesia :
1. PDB Indonesia mendapatkan Rp 7,4 Triliun dari perhelatan global ini
2. Ekonomi Bali bangkit setelah dihantam Pandemi Covid-19
3. Kerjasama bilatelal Indonesia dan beberapa negara anggota G20 dan juga organisasi keuangan Internasional
4. Kepercayaan Internasional kepada Indinesia meningkat
5. Indonesia dipandang sebagai negara yang aktif dalam menciptakan stabilitas keamanan dan perdamaian dunia
6. Indonesia juga ingin tetap menjaga Asia Negara sebagai Kawasan yang damai, netral dan sejahtera

Indonesia Dan Perdamaian Dunia :
1. Indonesia selalu berupaya untuk ikut serta dalam menciptakan stabilitas keamanan global dan perdamaian dunia
2. Indonesia secara aktif berupaya untuk menemukan titik temu antara Rusia dan Ukraina agar menghentikan konflik kedua negara. Perang Rusia-Ukraina berimbas bukan saja dalam bidang keamanan tetapi juga pasokan pangan dunia dan krisis energi di Eropa Barat
3. KTT G20 juga memberikan ruang pertemuan antara Joe Biden (Presiden AS) dan Xi Jin Ping (Presiden Cina) untuk menemukan titik temu solusi persoalan-persoalan antara kedua negara

Dasar dan Prinsip Politik Luar Negeri Indonesia :
1. Nasionalisme dan Internasionalisme
2. Pembukaan UUD 1945 : memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial
3. Bebas dan aktif
4. Siapapun menjadi Presiden Republik Indonesia selalu memegang teguh Prinsip Politik Luar Negeri Indonesia dan secara berkesinambung ingin menujukan peran positif Indonesia dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan tingkat kawasan dan global

Era Asia Dan Negara Berkembang :
1. Presidensi Indonesia di G20 menandai era Asia. Indonesia adalah negara berkembang dan Asia pertama yang mendapatkan posisi presidensi G20 dari Italia dimulai pada 1 Desember 2021 sampai dengan 30 November 2022, Indonesia bertukar posisi dengan India. India akan menerima Presidensi G20 mulai 1 Desember 2022 sampai dengan 30 November 2022
2. Ini juga menunjukkan bahwa Abad ke 21 adalah abad Asia
3. Presidensi G20 menunjukkan kepercayaan internasional kepada Indonesia.

Pusat Kajian Politik & Keamanan Indonesia (Puspolkam) bersama Lemhanas RI Mengadakan Seminar Nasional.
Pusat Kajian Politik & Keamanan Indonesia (Puspolkam) bersama Lemhanas RI Mengadakan Seminar Nasional.

Firman Jaya Daeli juga mengatakan bahwasanya seluruh hal yang berkaitan dengan politik luar negeri Indonesia, dimana politik Indonesia menganut politik luar negeri bebas aktif, yang mana di Indonesia seluruh aktivitas luar negeri haruslah menjadi sebuah pandangan yang bebas dan aktif, dan acara Presedensi G20 adalah agenda yang menjadi sebuah bukti partisipatif yang menjadikan Indonesia menjadi bangsa yang berwawasan kebangsaan dan menganut politik luar negeri bebas aktif.

“Persidensi G20 adalah sebuah hal yang bersifat internasional dan juga mampu untuk menunjukkan arah pandangan politik Indonesia yang juga menjadikan Indonesia menjadi salah satu negara berkembang dan menganut politik bebas aktif yang sangat dihargai oleh berbagai negara di mata dunia internasional,” pungkas Firman Jaya Daeli pada ArenaNews.id.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini