PPP Gelar Seminar Nasional Bertema, “Nasib Garuda Pasca PKPU”, Irfan Setiaputra : Ini Kesempatan Kami Untuk Memperbaiki Diri Dan Manajemen Garuda Indonesia, Dan Kami Siap Layani Penumpang Dan Meningkatkan Pelayanan Kami Sebagai Perusahaan Yang Sehat!

0
75
Narasumber Dan Panelis Pada Seminar Nasional Fraksi PPP Dengan Tema
Narasumber Dan Panelis Pada Seminar Nasional Fraksi PPP Dengan Tema "Nasib Garuda Pasca KPPU, Di Gedung Nusantara 1 DPR RI, Pada Senin, 5 September 2022.

ArenaNews.id, -Jakarta- Fraksi PPP DPR RI telah mengadaka seminar nasional Fraksi PPP DPR RI, dengan mengangkat tema “Nasib Garuda Indonesia Pasca PKPU” yang mengambil tempat di Ruang Rapat BAKN, Gedung Nusantara 1, DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat pada Senin, 5 September 2022.

Narasumber Dan Panelis Pada Seminar Nasional Fraksi PPP Dengan Tema "Nasib Garuda Pasca KPPU, Di Gedung Nusantara 1 DPR RI, Pada Senin, 5 September 2022.
Narasumber Dan Panelis Pada Seminar Nasional Fraksi PPP Dengan Tema “Nasib Garuda Pasca KPPU, Di Gedung Nusantara 1 DPR RI, Pada Senin, 5 September 2022.

Agenda seminar ini dihadiri oleh Ir. Irfan Setiaputra, selaku Direktur Utama Garuda Indonesia, Dr. H. Achmad Baidowi, S.Sos M.Si, selaku anggota Komisi VI DPR RI dan Sekretaris Fraksi PPP DPR RI, dan H. Arista Atmadjati, S.E, M.M sebagai Pengamat Penerbangan dari Arista Indonesia Aviation Center.

Narasumber Dan Panelis Pada Seminar Nasional Fraksi PPP Dengan Tema "Nasib Garuda Pasca KPPU, Di Gedung Nusantara 1 DPR RI, Pada Senin, 5 September 2022.
Narasumber Dan Panelis Pada Seminar Nasional Fraksi PPP Dengan Tema “Nasib Garuda Pasca KPPU, Di Gedung Nusantara 1 DPR RI, Pada Senin, 5 September 2022.

Agenda yang diadakan secara Hybrid, baik secara Zoom Meeting dan Live dari Gedung Nusantara 1 DPR RI ini diadakan dengan menghadirkan beberapa tokoh partai dan juga beberapa pengamat penerbangan, dan dihadiri oleh sekira 50 orang.

Direktur Utama PT. Garuda Indonesia, Ir. Irfan Setiaputra Saat Memberikan Statement Selepas Seminar Nasional Fraksi PPP Dengan Tema "Nasib PPP Paska PKPU," Di Gedung Nusantara 1 DPR RI, Senin 5 September 2022.
Direktur Utama PT. Garuda Indonesia, Ir. Irfan Setiaputra Saat Memberikan Statement Selepas Seminar Nasional Fraksi PPP Dengan Tema “Nasib PPP Paska PKPU,” Di Gedung Nusantara 1 DPR RI, Senin 5 September 2022.

Dirut Garuda menyatakan Dengan dinyatakannya Bahwa Garuda Indonesia telah lolos dinyatakan melalui PKPU ini membuat Garuda sebagai perusahaan Disisi buku,membuat Garuda menjadi perusahaan yang mempunyai kesempatan sebagai perusahaan yang dapat menuju ke perusahaan yang sehat, dimana nanti Garuda, ketika nantinya alokasi dana pemerintah masuk dapat menjadi perusahaan yang semakin sehat.
Dimana Garuda nantinya bila menjadi perusahaan yang sehat, maka mempunyai kemampuan untuk mengembangkan diri kembali dibanding yang kemarin.
Beliau menambahkan, “Bila Garuda menjadi perusahaan yang sehat, maka Garuda akan mempunyai kesempatan untuk membangun dan mengembangkan diri kembali dibandingkan yang kemarin, dimana secara prinsip bahwasanya kami sebagai korporasi, dimana tugas kami atau hal yang paling kritikal adalah memastikan janji kita selama PKPU itu bisa kita eksekusi sesuai janji yang kita berikan, tapi selama PKPU memberikan kesempatan itu selama beberapa tahun ke depan, kita tetap mempunyai kewajiban untuk melayani para penumpang yang menggunakan jasa kami,”.

Direktur Utama PT. Garuda Indonesia, Ir. Irfan Setiaputra Saat Memberikan Statement Selepas Seminar Nasional Fraksi PPP Dengan Tema "Nasib PPP Paska PKPU," Di Gedung Nusantara 1 DPR RI, Senin 5 September 2022.
Direktur Utama PT. Garuda Indonesia, Ir. Irfan Setiaputra Saat Memberikan Statement Selepas Seminar Nasional Fraksi PPP Dengan Tema “Nasib PPP Paska PKPU,” Di Gedung Nusantara 1 DPR RI, Senin 5 September 2022.

Terkait kenaikan harga BBM yang dikonfirmasi oleh awak media, Dirut Garuda Indonesia menyampaikan, “Jenis BBM yang digunakan di industri penerbangan adalah Avtur, dan jenis Bahan bakar ini sudah terlebih naik dulu dimana sayangnya saya (Ir. Irfan Setiaputra) tidak dapat ribut seperti harga Pertalite naik dahulu kan, dimana intinya kami selaku perusahaan negara, yakni PT. Garuda telah melakukan permohonan untuk menaikkan tarif tiket penerbangan ke Kementrian Perhubungan, dimana BBM masuk sebagai alokasi komponen Dana Penerbangan sebesar 30%, dan akhirnya diizinkan sebesar 10%(oleh Kementrian Perhubungan), ketika diizinkan naik 15%,kita lihat harga minyak dipasar malah turun, jadi belom menerapkan 15%,”
“Memang kita menyadari bahwa banyak publik (masyarakat) yang ingin terbang, oleh sebab itu kami sesekali membuatkan promo-promo, tidak begitu sering, tidak setiap saat, sebab tidak banyak juga tempat duduk yang kita berikan, tapi ketika masyarakat luas ingin naik dan terbang, kita bisa berikan kesempatan itu,”

“Pada waktu menentukan rute dan frekuensi penerbangan, kita harus tahu persis, orang yang berpergian itu yequenya seperti apa, yang kedua kita harus melihat maskapai penerbangan yang berbasis Hap, mengapa kita tidak bisa melawan basis Hap itu, karena tidak ada maskapai penerbangan yang mampir ke Indonesia, dimana Jakarta (bandaranya) tidak didesain sebagai pelayan dari type Hap itu, seperti di Dubai Dan negara Emirat Arab lainnya, seperti Abu Dhabi, Istambul dan Singapur, karena Garuda Indonesia sebagai maskapai yang tidak memakai sistem Hap, karena Value Proposition kita adalah Fly Direct,” jelas Irfan.
“Kita harus bedakan antara flight yang digunakan untuk orang Indonesia yang terbang ke luar negeri atau sebaliknya, dan juga orang yang terbang kenegaranya kita akan liat, dimana Pak Eric (menteri BUMN) menyuruh untuk fokus ke pelayanan dan internal, kita akan menciptakan hal rute lain, seperti ke Denpasar,” pungkasnya pada ArenaNews.id.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini