Merdeka Itu Mulia

0
814

Oleh: Roedy Silitonga – Dosen Agama dan Teologi Universitas Pelita Harapan (roedy.silitonga@uph.edu)

Merdeka…. Merdeka…. Merdeka

Indonesia “pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat” bersama rakyat di seluruh negeri ini dengan berkarya bersama dan berkolaborasi di setiap bidang kehidupan. Seluruh rakyat Indonesia berjuang dengan kerja keras mengisi kemerdekaan melalui peningkatan kreatifitas dan kerjasama antar anggota masyarakat di setiap sektor untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemajuan peradaban di seluruh tanah air.Tuhan yang Maha Esa mengaruniakan kemerdekaan bagi Indonesia. Kemerdekaan dari penjajahan, dari ketertindasan, dari ketidakberdayaan dan dari keterpurukan. Kemerdekaan itu natur manusia dan bangsa untuk menikmati hidup yang damai, yang adil dan yang sejahtera.

Merdeka dalam Konstruksi Pancasila

Kita merdeka dalam beribadah kepada Tuhan yang Maha Esa, hidup dalam peradaban yang tinggi, tidak ada diskriminasi karena perbedaan tetapi bersatu sehati sepikir untuk kesejahteraan sesama, mementingkan kepentingan rakyat dan bukan kepentingan diri sendiri, dan rela berkorban untuk menyatakan keadilan yang mensejahterakan bagi seluruh rakyat. Kita merdeka untuk beribadah kepada Tuhan yang benar, memuji Tuhan dimana saja, meninggikan nama-Nya tanpa rasa takut, serta setia memuliakan Tuhan dalam seluruh aspek kehidupan. Kita bebas dan bertanggung jawab mendirikan tempat ibadah dimana pun tanpa ada lagi yang merusak bangunan ibadah, tidak ada lagi yang membakar tempat-tempat ibadah, dan hidup toleransi terhadap pemeluk agama/kepercayaan orang lain tanpa kompromi dalam keimanannya. Kita merdeka memanusiakan manusia dengan adil dan beradab sehingga tidak ada warga negara yang memperbudak sesamanya dalam segala bidang pekerjaan apa pun dan tidak ada lagi jenis perbudakan apa pun, oleh siapa pun, dan dengan alasan apa pun, terlebih lagi dengan alasan keagamaan. Kita berkarya di negeri ini tanpa intimidasi atau tekanan dari pihak mana pun, dan di dalam bentuk apa pun sehingga setiap orang diperlakukan sebagai sesama manusia. Kita tidak lagi diperlakukan sebagai mesin pekerja atau pion orang lain untuk menakklukan sesama. Namun kita berkarya menaklukkan bumi ini untuk peradaban manusia di bumi ini. Kita merdeka dengan kebebasan sejati dan bukan kebablasan serta sesuka hati. Kita tidak akan mau lagi melakukan kejahatan, menolak korupsi di setiap bidang apa pun, meniadakan tipuan dalam bentuk apa pun dalam urusan teknis, birokrasi, dan administrasi. Kita bebas berbuat baik untuk sesama dalam kebenaran dan kesucian. Kita menaati aturan apa pun tanpa rasa takut dan bukan seperti robot, dan haruslah juga memperhatikan rasa kemanusiaan.
Kita merdeka dalam kehidupan yang beragam sehingga menerima serta mengakui keunikan, perbedaan serta keunggulan setiap orang. Kita bersatu dalam keragaman yang dikaruniakan Tuhan yang Maha Esa. Kita tidak meniadakan keragaman dan tidak lagi memaksakan kehendak diri agar seragam seluruhnya. Sebagai sesama manusia, kita seragam dalam memperlakukan sesama, dalam menjalankan kebenaran dan kebaikan; namun dalam mengerjakannya kita tidak dibelenggu oleh keseragaman yang mematikan kreativitas dan produktivitas kemanusiaan yang diciptakan Tuhan yang Maha Esa. Kita merdeka bermusyawarah dalam mengambil keputusan apa pun yang adil dan benar, khususnya berkaitan dengan nasib sesama manusia. Janganlah kita gegabah bertindak karena kepentingan pribadi dan sepihak sehingga tidak ada sama sekali musyawarah untuk mencapai mufakat yang benar dan adil. Kita menolak arogansi, otoriterian, dan kemutlakan dalam diri manusia. Kita seharusnya belajar mendengar dan mengenal suara hati rakyat, suara hati sesama, suara hati orang-orang di sekitar kita sebelum kita memutuskan hal-hal penting untuk kehidupan sesama manusia. Karena itu kita merdeka menikmati peradaban musyawarah dan menolak tindakan sewenang-wenang dari pihak manapun dengan alasan apa pun. Kita merdeka menegakkan keadilan dan kesejahteraan bagi sesama di dalam bangsa ini, di dalam keluarga, di dalam dunia usaha dan jasa, di dalam dunia pendidikan, dan dalam kehidupan kesehari-harian. Kita tidak lagi mencari keuntungan atau laba hanya untuk keuntungan diri sendiri atau sekelompok orang saja, tetapi kita berusaha dan berjuang meningkatkan kesejahteraan rakyat di setiap bidang pekerjaannya atau profesinya. Kita sungguh-sungguh membuka hati membantu orang-orang miskin, membangun desa-desa tertinggal, membangun jaringan listrik dan internet di seluruh negeri ini, serta meningkatkan pendapatan per kapita dimana seseorang bekerja dan berkarya di bumi ini.

Harapan Hidup yang Merdeka

Kita merdeka secara total dan utuh dalam seluruh kehidupan. Dan ini hanya mungkin terjadi jika kita memang hidup takut akan Tuhan yang Maha Esa, memuliakan-Nya dan bergaul karib dengan-Nya. Orang-orang yang masih memperbudak orang lain, yang masih tidak menghargai keragaman, yang tidak mau bermusyawarah, dan yang tidak mensejahterakan sesamanya adalah mereka yang belum merdeka dan yang masih diperbudak oleh dosanya dan si jahat. Kita merdeka untuk melakukan yang benar. Mereka yang masih melakukan kejahatan kemanusiaan adalah orang-orang yang belum merdeka dan masih dalam perbudakan. Apabila kita mengetahui atau menemukan orang-orang seperti itu, kita wajib memerdekakan mereka karena mereka dalam kondisi yang sangat kasihan. Kita berdoa kepada Tuhan yang Maha Esa agar mereka yang diperbudak dosa dan si jahat atau yang hidup memperbudak sesama manusia, mereka dimerdekakan oleh-Nya. Kita berjuang untuk hidup merdeka, di dalam kemerdekaan dan untuk memerdekakan sesama.

Dirgahayu Negara Kesatuan Republik Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini