Garda 508 Bacakan Pakta Integritas, Vetty Pratiwi : Segala Bentuk Penanganan Covid-19 Harus Jelas, Jangan Korbankan Rakyat Indonesia, Negara Harus Memiliki Hukum Positif Dalam Penanganan Covid-19!

0
97

ArenaNews.id, -Jakarta- Garda 508, yang sebelumnya telah melakukan deklarasi terkait penananganan Covid-19 dan melakukan kunjungan dan memberikan surat pada DPR RI serta memberikan buku terkait penanganan Covid-19, akhirnya membacakan pakta integritas dan melakukan pernyataan sikap terkait penanganan Covid-19.

Aksi yang diinisiatori oleh Profesor Joko Ahmad Sampurno dan yang mana Garda 508 ini diketuai oleh Rusdi, S.H ini berjalan dengan tertib dan khidmat.

Adapun Garda 508, yang notabene terdiri dari para pengacara dan advokat yang berhimpun di organisasi Garda 508 tersebut, melakukan pembacaan Pakta Integritas dan Pernyataan Sikap Tersebut Pada Kamis, 3 November 2022 di Tugu Proklamasi, sekira pukul 13:00 siang.

Garda 508 Saat Bacakan Pakta Integritas di Tugu Proklamasi, 3November 2022.
Garda 508 Saat Bacakan Pakta Integritas di Tugu Proklamasi, 3 November 2022.

Hal yang ditekankan dalam pembacaan Pakta Integritas dan Pernyataan Sikap ini adalah terkait pernyataan sikap terkait penananganan Covid-19 dan juga unsur-unsur sebab akibat di dalamnya dimana tersebutkan disitu bahwasanya terdapat korban sebanyak 1 juta jiwa penduduk Republik Indonesia yang tidal hanya terpapar, tetapi juga sampai meninggal dunia.

Vetty Pratiwi, S.H, M.H selaku salah satu anggota Garda 508 menyatakan,” Kami, sebagai elemen bangsa yakni para advokat dan pengacara sudah betul-betul melihat dampak dari Covid-19 dan penanganan dari korban Covid-19 ini sebagai suatu hal yang sangat memprihatinkan, dimana banyak korban Covid-19, namun tidak secara holistik mendapatkan penanganan yang pas dan menyeluruh dari Negara, serta banyak juga malpraktek yang dilakukan oleh para aparatur negara di Indonesia ini, seperti pihak Kementrian, Gugus Covid-19 dan juga banyak pihak yang ada di ruang lingkup pemerintahan Negara ini, yang mana ini terjadi di era pemerintahan Jokowi,”.

“Tidak hanya itu, pembacaan Pakta Integritas yang juga menjadi sebuah impulse dalam rangka menjadikan penanganan Covid-19 sebagai bentuk penanaganan dan juga kesetaraan, yang bukan hanya menyangkut HAM, tetapi juga menyangkut kepentingan berbangsa dan bernegara ini, adalah juga suatu bentuk Bela Negara, dimana tidak hanya menjadi sebuah slogan, bahkan bukan sebuah pepesan kosong, namun adalah aksi nyata, dimana dalam hal ini sudah 1 juta masyarakat Indonesia yang menjadi korban,” jelas Vetty Pratiwi.

Hj. Tatang selaku juru bicara menerangkan bahwa, “Tidak hanya perawatan, juga harusnya memberikan keamanan dan kenyamanan bagi rakyatnya, itulah yang dinamakan fungsi Negara bagi rakyatnya, dimana di era Jokowi, hal-hal terksit prnanganan dan menanggulangi dampak dari korban Covid-19 adalah sudah benar, namun tidak semua menjadi sebuah kebetulan yang mutlak, dimana banyak yang harus menjadi kondisi ideal yang setidaknya diperhatikan negara, seperti penanggulangan Covid-19, pemberian vaksin, dan juga perawatan para penderita Covid-19  dan juga terkait yang sudah meninggal akibat Covid-19, wajib itu semua menjadi sebuah oenanganan dan pengejawantahan yang bukan hanya secara klinis, teknis, namun juga holistik, secara keseluruhan, tanpa memandang etnis dan juga hal-hal yang terkait dalam penanganan Covid-19 itu sendiri,”.

Profesor Joko selaku Ketua Dewan Pembina menyatakan, “Negara ini harus adil pada rakyatnya, harus bertanggungjawab terhadap penanganan Covid-19 secara lebih komprehensif, tidak secara pilah-pilih, dan jangan menjadikan aturan yang ada sebagai faktor yang dapat mempersulit penanganan Covid-19,”.

“Terlebih lagi, terkait sifat dan sikap koruptif dan juga korupsi yang sudah mengakar, jangan diperlihatkan lagi terutama untuk para anggota dan Petinggi di DPR RI, seperti contohnya hal-hal terkait penanganan Covid-19, seperti UU Karantina dan UU Penanganan Covid-19, harus jelas dalam rangka pertanggungjawabannya,” tukas Prof. Joko pada ArenaNews.id.

“Bilamana Pakta Integritas ini tidak diperhatikan dan bahkan diacuhkan oleh pihak pemerintah, maka kami Garda 508 selaku Pihak yang notabene adalah juga Warga Negara Indonesia akan melakukan aksi masa di depan Gedung DPR RI dalam waktu dekat,” pungkas Vetty Pratiwi pada ArenaNews.id.

 

(YAP/Red)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini