Film Holy Prostitution Fenomena Kawin Kontrak Di Puncak Bogor

0
156

Jakarta,ArenaNews.Id – Film dokumenter Holy Prostitution melakukan world premierenya di Indonesia. Film dokumenter karya Natasha Dematra dan Cheryl Halpern ini mengangkat fenomena Nikah Mut’ah atau Kawin Kontrak yang marak ada di Bogor, Indonesia dan beberapa negara di dunia.

Agak berbeda dengan dokumenter pada umumnya, film dokumenter ini dikombinasikan dengan adegan reneactment dari kejadian nikah mut’ah yang dikisahkan oleh sang gadis yang menjadi narasumber dimana kisah nikah mut’ah di Puncak, Bogor tersebut diangkat.

Film dokumenter ini juga menghadirkan investigasi langsung di lapangan dengan teknik menyamar dan kamera tersebunyi lainnya. Film ini diproduksi oleh rumah produksi besar di Amerika Serikat yaitu, HQ Creative.

Film ini merupakan kolaborasi kedua dari dua sutradara ini. Sebelumnya film Menari: An Indonesian Dance Legacy yang mengangkat sejarah tari Indonesia telah memenangkan banyak penghargaan di festival film internasional.

Cheryl Halpern (Sutradara Asal Amerika) menyampaikan bahwa dirinya sendiri sangat lekat dengan Indonesia. Selain karena merupakan salah satu founder Visions of Peace Initiative yang ada di Amerika Serikat dan Indonesia, ia juga telah mendapatkan banyak gelar kerajaan dari berbagai kerajaan di Indonesia. Diberikannya gelar tersebut karena kontribusi Cheryl menyebarkan perdamaian dan menginspirasi generasi muda di Indonesia.

Selanjutnya Natasha Dematra merupakan pemecah rekor dunia sebagai sutradara perempuan termuda untuk film panjang yang diraihnya diumur 11 tahun.

Menurut Natasha merasa sangat senang akan kesempatan dan kepercayaan yang diberikan oleh sutradara senior Cheryl Halpern untuk dapat bersama membuat fillm yang mengangkat isuatu perdagangan manusia ini.
Sebagai perempuan Natsha berharap hadirnya film ini perempuan bisa melek matanya jangan mau kawin kontrak, merugikan”,ujarnya saat presconference di RM.ATM Rakyat Nusantara Kranggan Cibubur,Selasa (5/7/2022).

Film ini sendiri akan diputar di berbagai festival film di seluruh dunia. Di samping itu, akan juga diputar di streaming service dalam waktu dekat.

Dalam acara world premiere ini, film Holy Prostitution juga meraih penghargaan Best Film dari festival film bergengsi Asia Pacific International Filmmaker Festival & Awards.

Kegiatan ini dirangkaikan dengan peringatan Hari PBB Drug Abuse and Illicit Trafficking. yang dihadiri oleh para pegiat budaya, Bridgen TNI Tamim, Raja Tallo, Sultan Indra Osman, Bry Erna Santoso, Abah Ukam,Maria Eva,,Oneng Suprapti,Ujek dan bekerja sama dengan ATM Nusantara Cibubur dan Yayasan Peduli Anak Indonesia.
Ditempat yang sama Bry Erna Santosa mengatakan wanita itu tiang negara , bukan untuk dilecehkan .Tidak Ada wanita didunia ini yang mau di lecehkan,diperbudak.

Mari kita terus berjuang untuk wanita.”, kata Bry Erna.

Begitu pun Raja Tallo,Oneng,Maria Eva dan Abah Ukam, kawin kontrak kita tidak menginginkan  dengan  adanya film ini jangan lagi ada yang seperti itu.
“Wanita itu perlu di hargai walau pun hanya nikah siri,  film ini bisa nengangkat film- film wanita. Semoga kedepannya kita bisa membuat film yg lebih baik dan lebih maju”,  (adminArenaNews.id)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini