Astaga!! Pengurus BAZNAS ENREKANG Ternyata Begini, disarankan Bubarkan saja

0
403
[Foto:Kantor Baznaz Enrekang,Ist]

ArenaNews – Enrekang Sulawesi Selatan, Organisasi Pengumpul sebahagian harta orang muslim kaya, berupa zakat, Infak dan sadakoh atau lazimnya disebut Badan Amil Zakat Infaq dan Sadakah disingkat BAZNAS kabupaten Enrekang Provinsi Sulawesi selatan sedang mendapat sorotan tajam.

Pasalnya, lembaga ini sudah beberapa kali membuat sebahagian masyarakat geleng-geleng kepala di daerah yang berjuluk Bumi Massenrempulu ini ,mulai dari adanya temuan BPK Provinsi Sulawesi Selatan sampai dengan THR yang ‘super wahhh’ untuk para punggawa yang berkantor di gedung bekas Perpustakaan Kabupaten Enrekang dan yang teranyar adalah adanya seorang wanita Lanjut Usia yang hidupnya sebatang kara sampai meninggal dunia si Fakir Miskin tersebut proposalnya bleum terlayani oleh Baznas Enrekang.

Hal ini memantik perasaan kejuangan seorang Andi Chan direktur eksekutif NGO Fadhli Robbi Massenrempulu yang menyoroti dengan tajam keberadaan Lembaga BAZNAS Enrekang .

Sebagai penggiat kemasyarakatan Andi Chan banyak berharap kehadiran Badan Amil Zakat Infaq dan Sadakah untuk memenuhi kebutuhan kaum dhuafa atau orang yang tidak mampu dari segi ekonomi.

Namun kenyataannya justru sangat mengecewakan sangat jauh dari harapan, Pengumpulan dana atau barang dari masyarakat mampu melalui BAZNAS sangat menjanjikan dan menggembirakan apalagi untuk kabupaten Enrekang yang masyarakatnya dikenal sangat relijius dan menganut prinsip TOBANA atau Tolong menolong bantu membantu dan nasehat menasehati.

Namun sangat disayangkan karena Baznas Enrekang tidak dikelolah secara profesional sebagaimana layaknya badan amil zakat . Mulai dari personil pengelolahnya yang mirip perusahan pribadi sampai dengan manajemen pengeluaran bantuannya sangat bertele-tele .

Andi Chan juga membenarkan bahwa Baznas Enrekang banyak dikeluhkan oleh masyarakat, termasuk dari ASN yang dipotong gajinya tanpa persetujuan yang bersangkutan hanya dengan modal Perda dan Perbup pihak Baznas enrekang tanpa rasa malu memotong gaji ASN secara otomatis pertanggal gajian .

“Saya sudah pernah menghubungi pihak Baznas agar menghentikan itu pemotongan gaji ASN secara langsung biarkan mereka sendiri yang menyetor sesuai keikhlasan mereka karna itu hak mutlaK ASN dan zakat infaq ataupun sadakah itu bukan kewajiban beda halnya dengan Zakat Fitrah yang sifatnya Wajib perintahnya ada dalam Al-Quran yang mengatakan ambillah sebahagian dari harta mereka, ini sifatnya perintah mutlak atau wajib tidak boleh tidak urai Andi Chan sedikit berkhotbah dihadapan rekan rekan media,” ujar Andi Chan menceritakan pada Syamsul Rhiezal Pasanre Wakil ketua DPN (Dewan Pimpinan Nasional) KPRI1 (Komunitas Pendukung RI-1), melalui sambungan telepon, kamis(14/04/2022) Jakarta.

“Untuk diketahui bersama, bahwa didalam kantor yang ada cat gedungnya mirip sekolah taman kanak-kanak itu isinya mantan kepala kantor, mantan kepala dinas, mantan asisten, mantan anggota DPRD, mantan KPU yang semuanya masih menikmati gaji pensiunan nya dan dapat gaji dari Baznas, hebat bukan? kata Andi Chan dengan mimik senyum sinis.

Saya pernah kesana dengan niat untuk menyampaikan beberapa keluhan masyarakat terkait dengan layanan BAZNAS Enrekang. Namun pelayanannya sangat mengecewakan sama persis yang dikeluhkan orang selama ini.

“Saat itu kami diterima oleh sala satu unsur pimpinan lembaga tersebut dengan gayanya seperti seorang direktur perusahaan Real Estet terkemuka dunia , sambil ngobrol sambil baca surat-surat masuk sambil teken bahkan menelpon kiri kanan seperti tidak ada manusia dihadapannya,” ungkap Andi Chan seperti memendam rasa kecewa yang mendalam.

“Insya Allah usai lebaran Idhul Fitri kami akan Rapat Dengar Pendapat dengan DPRD Enrekang tentang Baznas harus direformasi atau dibubarkan saja dan kembalikan ke Masjid, sebagaimana konsep awalnya pada saat KPPSI berupa pembentukan Baitulmal disetiap masjid dengan asumsi bahwa masjid adalah tempat berkumpulnya ummat dan manajemen masjid juga sangat transparan tidak bertele-tele,” kata Andi Chan menutup wawancara. (AN)

Redaktur Eksekutif: AYA/ (Brt)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini